Survei Terhadap Dampak Implementasi Program MBKM di Fakultas Ilmu Budaya Unikom

Soni Mulyawan Setiana, Muhammad Rayhan Bustam, Mohammad Ali, Fenny Febrianty, Retno Purwani Sari, Anisa Arianingsih

 

(Bandung, 2021)

Teichler (1997; 1999); Yorke dan Knight (2006) mengemukakan adanya jurang antara outcome pendidikan tinggi dan tuntutan kompetensi di dunia kerja menjabarkan bahwa beberapa pergeseran penting yang terjadi meliputi terjadinya peningkatan pengangguran terdidik baik pengangguran terbuka maupun terselubung sebagai akibat dari massifikasi pendidikan tinggi, berubahnya struktur sosio-ekonomi dan politik global yang mempengaruhi pasar dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga menyebabkan terjadinya berbagai perubahan-perubahan mendasar dalam hal kualifikasi, kompetensi, dan persyaratan untuk memasuki dunia kerja. Perubahan yang sangat dinamis ini, mendorong masyarakat harus mampu berjuang menghadapi berbagai tantangan termasuk di lingkungan pendidikan dan salah satunya pendidikan tinggi.  Perguruan tinggi harus merespon secara cepat dan  tepat, dalam hal ini diperlukan transformasi pembelajaran  untuk dapat  membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan tinggi agar menjadi generasi yang unggul.

Untuk menjawab permasalahan tersebut Mendikbudristek Nadiem Makarim mencanangkan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirancang khusus untuk dapat membekali mahasiswa belajar dari berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan minat dan kebutuhannya memasuki dunia kerja. Dalam implementasinya, diharapkan tidak ada lagi sekat-sekat antara falkutas, sekat-sekat antara prodi, sekat-sekat antara universitas, dan sekat antara dunia akademik, dunia industri, serta dunia riset.

Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.  Dengan demikian Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020  memberikan hak kepada mahasiswa untuk 3 semester belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan cita-cita, kemauan dan kemampuannya.

Di Fakultas Ilmu Budaya UNIKOM, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah dilaksanakan antara lain, Pertukaran Mahasiswa dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda. Kegiatan pembelajaran dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda dapat dilakukan secara tatap muka atau dalam jaringan (daring). Pembelajaran yang dilakukan secara daring dengan ketentuan mata kuliah yang ditawarkan harus mendapat pengakuan dari Kemdikbud/perguruan tinggi terkait.  Ada 2 (dua) orang mahasiswa Progarm Studi Sastra Jepang FIB Unikom yang lolos untuk mengikuti perkuliahan Modernisasi Jepang sebanyak 3 sks di Program Studi Sastra Jepang FPIB Universitas Indonesia. Sementara itu 3 (tiga) mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia memilih mengikuti perkuliahan Pragmatics, Bahasa Inggris IELTS dan Copywriting di Program Studi Sastra Inggris

Program yang kedua yaitu Program Magang Mandiri yang diselenggarakan berdasarkan MoU Fakultas dan MoA Program Studi dengan dunia usaha dan dunia industri, dengan jangka waktu minimal 100 jam yang disetarakan dengan 3 SKS. Program magang ini dapat memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran  langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dan sebagainya.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dan sebagainya.). Sementara industri mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya bisa langsung direkrut, sehingga mengurangi biaya recruitment dan training awal dari perusahaan atau instansi. Mahasiswa yang sudah  mengenal tempat kerja tersebut akan lebih professional dalam memasuki dunia kerja dan karirnya.

Selanjutnya, dua Dosen FIB yaitu Dr. Retno Purwani Sari, M.Hum, dan Dr. Nungki Heryati, MA  mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Dosen FIB an. Anisa Arianingsih menjadi fasilitator Program Global Learning System yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Jepang Universitas Bina Nusantara. 3 Dosen  menjadi reviewer di Jurnal Penelitian dan Jurnal Pengabdian di Universitas Negeri Jakarta dan  STBA Invada Cirebon. Selanjutnya dosen an. Dr. Soni Mulyawan Setiana, M.Pd menjadi narasumber dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Modul Nusantara, Kebhinekaan: Kenali Asalku dan Kenali Unikom. Dua Dosen a.n Muhammad Rayhan Bustam, M.Hum dan Dr. Retno Purwani Sari, M.Hum menjadi dosen program Inbound MBKM.

Kebijakan Kampus Merdeka ini memberi dampak terhadap faktor ekonomi dan sosial bagi para pihak yang terlibat. Dampak secara ekonomis antara lain dapat memberikan rekomendasi terkait pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang, sehingga mahasiswa lebih termotivasi untuk turut melaksanakannya dan memperoleh peningkatan dalam pemahaman bidang ilmu nya dan ilmu lainnya, kemampuan, skill,  serta kompetensi yang dapat bermanfaat bagi kepentingannya di masa depan khususnya dalam menjalankan profesinya yang tentu saja akan berdampak pada peningkatan perekonomian baik secara pribadi maupun kontribusinya  bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu beberapa program MBKM yang dilaksanakan berhubungan dengan masyarakat desa atau instansi lain juga akan memberikan pengaruh positif dalam peningkatan perekonomian.

Sementara itu dari aspek sosial yaitu dapat memberikan masukan terkait sikap yang harus diambil baik oleh pihak pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pihak perguruan tinggi, termasuk di dalamnya Fakultas Ilmu Budaya UNIKOM dan seluruh sivitas akademiknya, dalam pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bermanfaat bagi para mahasiswa khususnya dan masyarakat umunya. Pada pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini juga para mahasiswa memperluas jejaring sosial atau network, karena para mahasiswa tersebut tidak hanya beraktivitas dan bersosialisasi di lingkungan kampusnya saja, tetapi juga di universitas dan atau instansi dan lingkungan yang lain.

Fakultas Ilmu Budaya Unikom melakukan survey dengan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian PTS yang didanai oleh Ditjen Diktiristek Tahun 2021. Hasil dari survey tersebut menunjukkan bahwa dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa memiliki persepsi positif mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran Program MBKM. Hal ini ditandai dengan pemahaman yang baik terhadap program tersebut; ditambah lagi dengan ketertarikan yang cukup besar dari mahasiswa untuk mengikuti program tersebut, serta dampak yang bermanfaat bagi peningkatan kemampuan hard skills dan soft skills mahasiswa serta kapasitas dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Budaya Unikom. Survey ini diharapkan dapat berdampak positif untuk perbaikan kegiatan pembelajaran Program MBKM ke depannya, terutama untuk pengelolaannya di Unikom, khususnya di Fakultas Ilmu Budaya Unikom.

  • Polls
    Sorry, there are no polls available at the moment.
  • About Author
    admin